Manusia dan Cinta Kasih

Manusia, adalah makhluk sosial. Yang berarti manusia saling membutuhkan satu sama lain dengan saling ketergantungan dan saling menguntungkan terhadap sesama. Manusia merupakan makhluk yang diciptakan dengan kemampuan akal yang istimewa dari makhluk lainnya, dengan akal tersebut, manusia dapat berpikir, apa yang harus mereka lakukan, apa yang mereka perlukan, mengapa mereka harus melakukan sesuatu hal. Semua itu dikarenakan manusia diciptakan dengan sebuah akal serta perasaan untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya.
Perasaan tersebut adalah sebuah cinta kasih terhadap sesama makhluk hidup. Cinta kasih yang berarti manusia merasa saling memiliki, membutuhkan orang lain, dan secara ikhlas serta datang dari lubuk hatinya yang terdalam untuk menujukkan dirinya ada dan dapat berguna bagi orang lain serta dapat memiliki perhatian dari sesamanya. Cinta kasih manusia tidak dilihat dari materi, namun manusia harus dapat menyadari bahwa dirinya membutuhkan serta dibutuhkan orang lain baik secara lahir maupun batin. Manusia yang berbudaya, akan selalu merasa bahwa dirinya adalah bagian dari orang lain yang ikut melengkapi terjalinnya sebuah kesinambungan kebudayaan dengan hubungan saling ktergantungan antara sesama manusia.

Pengertian Manusia dan Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka, sayang, ataupun sangat tertarik hatinya. Pengertian cinta menurut Dr. Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta, Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang.
Pengertian tentang cinta dikemukakan oleh Dr. Sarlito.W.Sarwono. dikatakan bahwa cinta memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan.
a. Keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia.
b. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan  dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan saying.
c. Kemesraan yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang

Didalam kitab suci Al Quran ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi dalam jiwa manusia. Cinta memiliki 3 tingkatan yaitu tinggi, menengah dan rendah. Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, rasulallah dan berjihad dijalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat rendah adanya cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.

Kasih Sayang
Kasih sayang  adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar  dari masing-masing pihak dituntut tanggungjawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan  kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggungjawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu.

Kemesraan
Kemesraan ialah hubungan yan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.

Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.

Belas Kasihan
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta.
a. Cinta Agape ialah cinta manusia kepada Tuhan.
b. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara.
c. Cinta erros atau amor ini ialah cinta antara pria dan wanita.

 Beda antara cinta amor dan eros  ini adalah citna eros cinta karena kodrati sebagi laki-laki dan perempuan, sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinalar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau menikahi seorang pemuda yang kerdil. Cinta terhdap sesama merupakan perpaduan cinta agape dan cinta philia. Cinta sesame ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan  antara cinta kepada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan. Dalam cinta kepada sesama ini diberi istilah belas kasihan, karena cinta disini buka karena cakapnya, kayanya, cantiknya, melainkan karena penderitaannya.

Contoh Manusia dan Cinta Kasih

Dari contoh kepedulian manusia terhadap sesama saya akan mengambil contoh anak jalanan dengan problem beserta solusinya.

Anak jalanan adalah anak yang berusia kurang atau bahkan lebih dari 17 tahun yang sehari-harinya hanya menghabiskan hidup dijalanan untuk bekerja mencari uang untuk menghidupkan dirinya sendiri atau menghidupi keluarga yang ada dirumah.
Sebenarnya jika kita berbica tentang permasalahan anak jalanan tidak akan ada habisnya.  Perkembangan anak jalanan yang berkembang begitu drastis , Anak jalanan masih merupakan masalah Kesejahteraan Sosial yang serius di Indonesia. Jumlah anak jalanan tahun 2015 sebanyak 33.400 anak tersebar di 16 Provinsi. Sedangkan Anak jalanan yang mendapatkan layanan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) baru mencapai 6.000 pada 2016. Belum semua anak jalanan ini mendapatkan penanganan oleh pemerintah. Mensos mengatakan situasi dan kondisi jalanan sangat membahayakan bagi kehidupan anak-anak. Ancaman kecelakaan, eksploitasi, penyakit, kekerasan, perdagangan anak, dan pelecehan seksual sering mereka alami. Kondisi ini juga sangat rentan terjadinya pelanggaran terhadap hak anak yang menjadi komitmen nasional maupun internasional.
Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI, jumlah anak jalanan di seluruh Indonesia pada tahun 2006 sebanyak 232.894 anak, tahun 2010 sebanyak 159.230 anak, tahun 2011 turun menjadi 67.607 anak, dan pada tahun 2015 menjadi 33.400 anak
terutama jumlah anak jalanan di ibukota jakarta. Pada umumnya anak yang tinggal dijalanan mempunyai tujuan untuk bekerja mendapatkan uang untuk penghidupan dirinya dan keluarga yang mungkin ia tanggung. Karena tak mempunyai bekal pendidikan, biasanya pekerjaan yang mereka lakoni seperti menjadi pengamen, tukang lap kaca, sampai dengan menjadi pencopet
Secara dominan anak-anak jalanan yang memenuhi daerah Jakarta dan sekitarnya  biasanya berasal dari luar daerah ibu kota. Bayangan tentang kehidupan di ibu kota yang menyenangkan dan dapat membuat nasib berubah telah membuat banyak pendatang baru yang singgah di Jakarta. Para pendatang sangat bervariasi mulai dari orang yang hanya bermodalkan tekad sampai dengan anak-anak juga ikut turut serta. Mereka datang untuk mempertaruhan nasib menjadi manusia yang lebih baik tetapi pada kenyataannya kehidupan di Jakarta tidaklah ramah untuk para pendatang.
Disamping para pendatang, ada juga mereka yang menjadi anak jalanan karena  ditelantarkan oleh orang tuanya. Mereka berjuang sendiri untuk hidup di kota yang tak kenal belas kasihan ini.
Menghadapi gelombang anak jalanan yang begitu besar, Pemerintah Provinsi DKI  Jakarta sebenarnya telah melakukan berbagai upaya. Dari upaya penertiban, pembinaan, pemberian pelatihan-pelatihan hingga penyediaan rumah singgah bagi mereka. Namun, sepertinya upaya-upaya yang telah dilakukan tersebut belumlah cukup. Saat ini masih begitu mudahnya kita temukan anak-anak jalanan di sekeliling kita.
Deklarasi Menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan 2017 merupakan kelanjutan program Jakarta Bebas Anak Jalanan dan Indonesia bebas Anak Jalanan pada tahun 2011-2014.
Program ini merupakan upaya yang terus menerus perlu dilakukan agar anak jalanan tidak lagi melakukan aktifitas ekonomi dan atau hidup di jalan.
Pemerintah, juga mengupayakan agar mereka kembali ke keluarga, masyarakat, atau sementara ditempatkan dalam Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) untuk mendapatkan rehabilitiasi sosial dan pemberdayaan sosial. Selama ini penaganan masalah sosial anak jalanan sudah diupayakan baik oleh pemerintah maupun masyarakat antara lain melalui: Rumah Singgah, Panti Asuhan, Yayasan Perlindungan Sosial Anak dan lembaga sosial lainnya yang fokus menangani anak jalanan.
"Penanganan anak jalanan merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota," kata Mensos.

Solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak jalanan antara lain :
 (1) Pendekatan yang berbasis masyarakat. Maksudnya adalah melakukan identifikasi terhadap akar permasalahan guna menyelesaikan masalah anak jalanan tersebut dengan menyentuh pada sumber permasalahannya.

 (2) Mengembalikan anak jalanan ke bangku sekolah. Ini tidak gampang. Harus ada perlakuan khusus terhadap mereka. Masing-masing anak jalanan tentu memiliki permasalahan yang spesifik. Maka pendekatan yang dilakukan untuk mengembalikan mereka ke sekolah juga harus dilakukan dengan cara yang spesifik pula.

(3) Memberikan perlindungan kepada anak jalanan tanpa terkecuali. Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga mengamanatkan bahwa perlindungan anak perlu dilakukan dengan tujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera.

(4) Menciptakan program-program yang responsif terhadap perkembangan anak, termasuk anak jalanan.


 (5) Membangun kesadaran bersama bahwa masalah anak jalanan sesunggungnya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua.


   Kesimpulan
Sebenarnya Anak-anak jalanan yang berkeliaran sekitar wilayah ibu kota bukanlah keinginan ataupun kehendak dari diri mereka. Keadaan lah yang memaksa mereka melakukan hal-hal tersebut. Peran kita sebagai manusia yang memiliki cinta kasih adalah untuk membantu mereka. Masyarakat dan pemerintah haruslah bekerja sama untuk menangani masalah ini.
Beberapa kegiatan sosial yang dapat kita lakukan adalah seperti memberikan perlindungan yang layak dan mengayomi, dalam artian pemerintah memberi perlindungan terhadap anak jalanan tersebut dari tindak kejahatan dsb. Maka dari itu kita harus sadar akan semua yang terjadi ,  Cinta kasih dan kasih sayang adalah satu kesatuan yang menjadi unsur mengapa manusia saling membutuhkan. Manusia saling membutuhkan untuk mengisi hidupnya agar hidupnya dapat berjalan sesuai dengan keinginan dan harapan mereka. Manusia tidak luput dari kata cinta kasih, manusia adalah makhluk sosial yang sangat rentan dengan apa yang disebut dengan kasih sayang. Kasih sayang terhadap sesama karena mahluk ciptaan Tuhan, dengan segala berkah serta rahmat dari-Nya untuk dapat berkomunikasi dan juga untuk dapat berinteraksi sehingga timbul adanya suatu kesatuan antara mereka. Maka dari itu, suatu perasaan cinta kasih tidak akan pernah dapat dipisahkan dari satu kesatuan ikatan yang dibentuk dari suatu kebudayaan. Kebudayaan yang baik adalah suatu kebudayaan yang dapat mempersatukan adanya perbedaan daan ketidak sepahaman, menjadi suatu ketergantungan yang dapat mewujudkan suatu tujuan bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEGANGAN ARUS BOLAK-BALIK(AC) Fisika Kimia Dasar 2 AB